Pada akhirnya, Ucu menyimpulkan bahwa mismatch ini terjadi karena siswa hidup di masa depan, masyarakat masih berpikir dengan pola lama, dan guru berada di tengah-tengah tekanan tersebut.
Kondisi ini, kata Ucu, harus segera disadari oleh semua pihak agar tidak berdampak pada kualitas generasi mendatang.
“Menuntut sekolah tetap sama seperti 20 tahun lalu sama saja memastikan anak-anak kita gagal di masa depan,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Refleksi Ferry Irwandi di awal 2026: Pendidikan harus hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat
Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak
Trisa Triandesa soroti pendidikan pascabencana di Aceh Tengah, siswa masih kekurangan buku
Hardiknas 2026 di Subang, Wakil Bupati ajak perkuat partisipasi wujudkan pendidikan bermutu
Disorot minim transparansi, Dewan Pendidikan Subang diminta turun ke lapangan dan jelaskan kinerja
Kepala sekolah di Subang soroti tantangan pendidikan, tekankan peran orang tua di era digital
Tiga pilar pendidikan Kang Rey: Kunci Subang cetak SDM unggul di masa depan