Gunakan HP sebagai sumber internet
Dalam pelaksanaannya, para siswa mengandalkan ponsel pribadi sebagai sumber jaringan internet.
HP tersebut digunakan sebagai hotspot untuk menghubungkan laptop yang dipakai mengerjakan soal ujian.
Setiap siswa menggunakan satu laptop yang diletakkan di meja lipat sederhana hingga kardus bekas sebagai alas.
Video juga memperlihatkan momen ketika salah satu siswa dibantu untuk login ke akun ujian agar bisa mulai mengerjakan soal.
Kondisi ini menunjukkan keterbatasan infrastruktur digital yang masih dihadapi di sejumlah daerah, khususnya dalam pelaksanaan ujian berbasis teknologi.
Baca Juga: Izin cuti ditolak hingga diminta resign, kasus karyawan mie gacoan ini picu sorotan empati kerja
Tuai simpati dan dukungan warganet
Viralnya video tersebut memicu beragam respons dari warganet. Banyak yang menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di daerah terpencil.
“Pendidikan yang mudah belum semua anak merasakan, pentingnya pendidikan harus merata,” tulis akun @sis*******1.
“Semoga ada kemajuan ke depannya buat pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota dan di seluruh Indonesia,” tulis akun @mas******8.
Di sisi lain, tak sedikit pula yang memberikan apresiasi atas semangat para siswa dan guru.
Baca Juga: Berkedok ritual mandi kembang, guru silat di Serang diamankan warga usai dugaan pelecehan
“Semangat untuk bapak dan ibu guru serta anak-anak yang hebat,” tulis akun @els*******i.
Artikel Terkait
Prabowo bentuk Satgas Darurat Jembatan, targetkan 300 ribu jembatan untuk akses pendidikan aman
Indofood UI Ultra 2025 hadir dengan Neon Glow Run, target 6.000 peserta dan misi sosial pendidikan
PAD baru 87 persen, Kang Rey tekankan pajak harus terasa manfaatnya: Jalan, kesehatan, hingga pendidikan
Refleksi Ferry Irwandi di awal 2026: Pendidikan harus hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat
Tak sekadar bagi seragam, Bupati Subang dorong pemerataan pendidikan dan siapkan Rp35 miliar perbaikan sekolah
Bupati Subang bagikan seragam sekolah gratis di Desa Cibalandong, fokus dukung pendidikan anak
Trisa Triandesa soroti pendidikan pascabencana di Aceh Tengah, siswa masih kekurangan buku