Bupati Subang tinjau Museum Subang, dorong jadi ruang edukasi sejarah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 23:40 WIB
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi tinjau Museum Subang di Gedung Wisma Karya, Sabtu 16 Agustus 2025 (Dok. Istimewa)
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi tinjau Museum Subang di Gedung Wisma Karya, Sabtu 16 Agustus 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.IDBupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi meninjau Museum Subang yang berlokasi di Gedung Wisma Karya, Sabtu 16 Agustus 2025. 

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.

Rombongan meninjau sejumlah koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Subang, mulai dari replika hewan purba, peninggalan kerajaan Hindu dan Islam, Bedog King Barlen, hingga dokumentasi perjuangan kemerdekaan di Subang.

Baca Juga: Bupati Subang kukuhkan 40 anggota Paskibraka Tahun 2025

Secara keseluruhan, museum ini menyimpan lebih dari 200 artefak, termasuk fosil stegodon, naskah Alquran di atas kulit binatang, dan bejana perunggu langka yang jumlahnya hanya sekitar 20 di dunia.

Selain menyimpan koleksi sejarah, Museum Subang juga dilengkapi dengan fasilitas edukasi seperti bioskop mini, teknologi multimedia interaktif, serta koleksi 3D.

Dengan berbagai sarana ini, masyarakat, khususnya pelajar, dapat menikmati pengalaman belajar sejarah dengan cara yang lebih menarik dan kontekstual.

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menegaskan bahwa museum harus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi publik.

Baca Juga: Ikut hadiri pengukuhan 76 Paskibraka di Istana, Megawati kenang pengalaman tahun 1963

Ia menilai, keberadaan museum tidak hanya untuk menyimpan benda bersejarah, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran sejarah di tengah masyarakat.

“Banyak sekali peninggalan bersejarah dan cerita masa lalu yang luar biasa di Museum Wisma Karya. Ini harus terus dilestarikan agar budaya dan sejarah kita tidak hilang ditelan zaman," ujar Kang Rey.

"Ke depan, kita akan lakukan perbaikan-perbaikan agar museum tidak monoton, tetapi berkembang mengikuti zaman sehingga lebih menarik, khususnya untuk anak-anak,” tambahnya.

Ia juga menyinggung surat edaran Gubernur Jawa Barat yang melarang sekolah melakukan study tour ke luar daerah.

Baca Juga: Mendikdasmen janji perkuat pendidikan nasionalisme, jawab kritik Megawati soal anak muda kurang paham sejarah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X