Mandi subuh tanpa drama
Sementara itu, Enung Rusminar, ibu dari M. Rizki Mujiono (kelas 3), melihat transformasi besar pada anaknya.
Baca Juga: SKB libur 18 Agustus 2025 masih difinalisasi, Mensesneg: Segera diumumkan
“Dulu susah banget disuruh mandi pagi. Sekarang bangun subuh sendiri dan mandi dengan semangat,” ujarnya kagum.
Ia menyampaikan harapan agar program ini terus dilaksanakan agar semangat belajar dan tanggung jawab anak terus berkembang.
Disiplin dan jiwa kompetitif meningkat
Respon positif juga datang dari Anisa Nurjanah, ibu dari Rega Ramdhan Khalif Pratama (kelas 4).
Ia menyebut bahwa program SIGAP membuat anaknya lebih disiplin mengatur waktu tidur dan bersemangat datang ke sekolah tanpa disuruh.
Baca Juga: Istana buka suara soal polemik royalti lagu di kafe: Pemerintah cari jalan tengah
“Rega sekarang semangat banget datang pagi ke sekolah, karena ingin dapat reward dari guru. Jiwa kompetisinya juga jadi lebih terasa,” ujarnya.
Ia berharap SIGAP bisa terus membentuk kedisiplinan dan semangat ke sekolah yang tinggi di kalangan siswa SDN Pasirkareumbi.***
Artikel Terkait
Panen Karya P5, PLT Kepala Sekolah SMPN 3 Subang ajak tenaga pendidik untuk bertranformasi menuju era digitalisasi
BBPOM Bandung lakukan sertifikasi PJAS di SDN RA Kartini, ini hasil yang diharapkan
Inaya Khaira Lubha, siswi SDN Rosela Indah Subang raih juara 1 mendongeng pada Pekan TJSL Dahana 2024
Gelar P5, para pelajar SMPN 1 Subang tampilkan berbagai macam kesenian daerah yang memukau
Pocil Subang bikin bangga! Presiden terkesan, Kakorlantas terharu, Bupati apresiasi
Pocil Subang curi hati Presiden, diganjar penghargaan nasional: SDN Kelapa Kembar dan Disdik janji lanjutkan pembinaan
SIGAP SDN Pasirkareumbi: Disiplin pagi, karakter anak bangkit!