“Ke depannya, platform ini terbuka bukan hanya untuk guru penggerak, tapi juga seluruh guru di Kabupaten Subang,” tambah Sandi.
SIGMA juga menjadi ajang persiapan menghadapi event ‘1000 GTK Menulis’ yang diselenggarakan oleh BBGTK Provinsi Jawa Barat.
KGP Subang memfasilitasi pendampingan bagi para guru yang ingin ikut serta dalam program tersebut.
Selain Sandi, hadir pula sejumlah narasumber seperti Abas (Ketua Komunitas Pengajar Penulis Jabar), Dr. Hendra Nugraha, Cucu Laelasari, Khususiatul Ubudiyah, Ria Triana, Mamad Muhammad, dan Dani Kurnawan yang turut membagikan pengalaman serta pendampingan teknis menulis.
Sandi berharap semangat menulis yang ditanamkan melalui SIGMA dapat menular dan berkembang menjadi budaya literasi di kalangan pendidik Subang.
“Menulis itu bukan hal yang sulit jika dimulai dari pengalaman sehari-hari. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, termasuk Disdikbud, PGRI, komunitas literasi, dan media,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Subang terbanyak angkat P3K, ini kata Ketua PGRI terkait guru P3K swasta yang ditempatkan di sekolah negeri
Teropong dunia pendidikan di daerah, ini kata H. Saenudin terkait guru penggerak dan standar mutu pendidikan
HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, PGRI Subang donasi kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp246 juta
HGN 2023, Ketua PGRI Subang minta guru update ilmu pengetahuan dan penguasaan digitalisasi serta apresiasi kepada H. Ruhimat yang angkat ribuan P3K
Inaugurasi guru penggerak, Pj Bupati Subang harap para guru mampu menjadi media untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045
Maraknya kasus bullying, Ketua PGRI Subang: Banyak guru ragu dalam mendisiplinkan siswa, takut dikriminalisasi
Ramadan berbagi, Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Subang santuni 60 anak yatim di Masjid Agung Al Musabaqoh