Ironi seorang anak yang dipenjara akibat dakwaan membunuh ayahnya, ini hal yang dapat dijadikan pelajaran

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 01:21 WIB
Ilustrasi ayah dan anak (Unsplash.com/Alfonso Scarpa)
Ilustrasi ayah dan anak (Unsplash.com/Alfonso Scarpa)

"Klien kami tidak diperbolehkan menangis selama hukuman itu karena ayahnya menganggap menangis sebagai kelemahan dan membuat ayahnya semakin marah," ujar pengacara Seah dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Miliki cita rasa manis dan asam segar, ini 9 manfaat konsumsi buah nanas bagi kesehatan

Tidak Memberi Hukuman yang Keras Terhadap Anak

Hukuman yang didapatkan Seah dan kakak-kakaknya dari sang ayah, menunjukkan tindakan yang tidak normal dan terlalu kasar.

Kala itu, ayah Seah juga pernah memecahkan bola plastik ke kepala anaknya dan sering melempar buku ke arah mereka ketika sedang marah.

Kakak laki-laki Seah bahkan pergi dari rumah, setelah melihat laptopnya dihancurkan oleh sang ayah yang dinilai sebagai hukuman terhadapnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: CNA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X