"Maafkan aku, aku mencintaimu. Tolong maafkan aku," jawab sang ayah saat berusaha menahan penyerangan sang anak.
Kemudian, Seah juga sempat meminta ayahnya untuk membunuhnya dengan meletakan pisau di lehernya.
Namun sang ayah yang sudah kritis itu mengatakan kepadanya untuk tidak melakukan aksi bunuh diri.
"Jangan lakukan itu, tidak ada gunanya," kata ayah Seah menurut penuturan sang pengacara dalam kesempatan yang sama.
Berkaca dari peristiwa pembunuhan seorang anak terhadap ayahnya itu, berikut ini hal-hal yang dapat dijadikan pelajaran bagi orang tua:
Menghindari Kekerasan Verbal
Berdasarkan pernyataan fakta dari pengacaranya, menilai ayah Seah itu memiliki hubungan yang tegang dengan istri dan anak-anaknya.
Ayah dari Seah itu sering melakukan kekerasan verbal dalam keluarganya, akibat terlalu banyak minum alkohol.
Selain itu, kekerasan verbal juga sering berujung terhadap kekerasan fisik terhadap anak-anaknya saat mereka masih kecil.
Tidak Mengekang Emosi Anak
Pengacaranya juga mengungkap adanya didikan dari ayah Seah yang terlalu keras terhadap anak-anaknya.
Salah satunya, ketika Seah dan kakak-kakaknya masih kecil sering menahan emosi mereka ketika mendapatkan perlakuan kasar dari sang ayah.
Seah mengaku saat itu ayahnya akan memukulnya dengan tongkat jika dirinya menangis ketika mendapatkan hukuman sang ayah.
Artikel Terkait
Soal punya anak lagi, ini jawaban artis cantik Bunga Citra Lestari
Dijenguk dr. Maxi, Ineu Sulastri anak kelas 3 SDN Bantarsari yang menderita kista ovarium akan jalani operasi di RSHS Bandung
Ratusan anak yatim dari 12 desa berkumpul di Flora Wisata D’Castello, pihak manajemen harap bisa bahagia di Festival Muharram 1446 H
Hasil studi, ini beberapa manfaat lingkungan hijau untuk tumbuh kembang anak-anak
Kasus pembunuhan ibu dan anak, Danu divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Subang
Bukan sekedar rame-rame, apa manfaat merayakan ulang tahun bagi anak?
Ayah bunda wajib tahu, ini dampak psikologis memberikan hadiah pada hari ulang tahun anak