“Kita juga harus memberikan pemahaman barang-barang daur ulang apa saja yang tidak boleh digunakan untuk alas makan kaya styrofoam ada hekternya, itu barang-barang berbahaya,” ucap Atin.
Ia pun mengatakan bahwa di SDN RA Kartini sudah disediakan kantin sekolah yang dikelola oleh orang tua, guru, dan kader dan tidak mengijinkan pedagang kaki lima masuk ke lingkungan sekolah.
“Sesuai aturanya kita tidak ada pedagang dari luar, tidak boleh masuk, Alhamdulillah sudah berjalan, jadi kita sudah amanlah, awal-awal ada tukang burung dan lain sebagainya,” kata Atin
“Itukan tidak edukasi terus makanan-makanan yang lain, Alhamdulillah sudah kesadaran pedagang juga kalau ke SDN RA Kartini gak boleh masuk,” sambungnya.
Ditempat yang sama, Guru kelas SDN RA Kartini, Tita Gustina turut menambahkan bahwa tujuan di lakukan sertifikasi dari PJAS oleh BBPOM tersebut untuk melakukan edukasi para stakeholder sekolah terutama anak-anak.
“Tujuanya mengedukasi kepada semua keluarga sekolah, terutama anak-anak yang menjadi sasaranya, karena tentunya inikan PJAS, melakukan edukasi terutama anak sekolah agar menjaga makananya,” kata Tita.
Artikel Terkait
Sambut Hari Kartini, Srikandi Polres Subang bagikan sembako dan kantong ketupat pada warga membutuhkan
Dihadiri Kadis LH, Ekspos Adiwiyata Provinsi SDN RA Kartini tampilkan seni budaya dan kerajinan barang bekas
Miliki 150 siswa, kondisi gedung SDN Sukamahi Pamanukan sudah rapuh dan miring
Hari Kartini, mengenang perjuangan pahlawan emansipasi wanita
Peringati Hari Kartini, Menteri PPPA ajak perempuan Indonesia teladani perjuangan RA Kartini
PT Dahana beri bantuan fasilitas pendidikan pada SDN Darmaga V, sebagai sekolah di Subang yang mewakili Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar
Dijenguk dr. Maxi, Ineu Sulastri anak kelas 3 SDN Bantarsari yang menderita kista ovarium akan jalani operasi di RSHS Bandung