NGOPI literasi, media online GenMilenial.id akan buat pelatihan menulis bagi para tenaga pendidik dan umum di Kabupaten Subang

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 21 Februari 2024 | 21:41 WIB
Ngopi perdana Pemred Genmilenial bersama para Guru P5 SMPN 1 Cibogo di Kopi Trotoar Subang, Rabu 21 Februari 2024
Ngopi perdana Pemred Genmilenial bersama para Guru P5 SMPN 1 Cibogo di Kopi Trotoar Subang, Rabu 21 Februari 2024

GENMILENIAL.ID - Media online Genmilenial.id memulai edisi NGOPI (Ngobrol Inspiratif) literasi edisi perdananya dengan para Guru P5 SMPN 1 Cibogo pada Rabu, 21 Februari 2024 sore.

Turut hadir pula, Kapolsek Subang, Kompol Yayah Rokayah yang turut serta membuat seri diskusi perdana terkait literasi di Kabupaten Subang menjadi semakin lebih hidup.

Pemimpin Redaksi GenMilenial.id, Yaya Suryana mengatakan bahwa ngopi literasi merupakan agenda lama yang baru mulai dilaksanakan kembali pasca pemilu 2024 ini.

"Ngopi literasi sudah menjadi agenda kita, cuma dari dulu belum mendapatkan momen yang tepat juga mencari orang-orang yang memiliki satu frekuensi yang sama terkait literasi di Kabupaten Subang," ucap Yaya.

Baca Juga: Panwaslu Cikaum akan sampaikan rekomendasi perbaikan C1 hasil kepada PPK saat rapat pleno rekapitulasi

Agenda ngopi perdana ini, kata Yaya merupakan langkah awal kita untuk menyatukan semua stakeholder yang memiliki satu frekuensi yang sama yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang literasi di Kabupaten Subang.

"Kebetulan tempat buat nongkrong dan diskusi kita disediakan tempatnya oleh Ibu Kapolsek Subang, dan pada kali ini para guru P5 SMPN 1 Cibogo cukup antusias untuk memulai gerakan ini," ujarnya.

Pemred Genmilenial.id, Yaya Suryana, Kapolsek Subang, Kompol Yayah Rokayah dan para Guru P5 SMPN 1 Cibogo di Kopi Trotoar Subang, Rabu 21 Februari 2024
Pemred Genmilenial.id, Yaya Suryana, Kapolsek Subang, Kompol Yayah Rokayah dan para Guru P5 SMPN 1 Cibogo di Kopi Trotoar Subang, Rabu 21 Februari 2024

Kata Yaya, SMPN 1 Cibogo merupakan salah satu sekolah di Subang yang sudah berhasil mencetak para muridnya untuk membuat karya sastra seperti novel, buku antologi cerpen, dan hal tersebut harus terus dijaga dan dibentuk ekosistem penulis.

"Saya pernah liputan ke SMPN 1 Cibogo terkait literasi di sekolah itu, anak-anak SMPN disana sudah memiliki karya seperti cerpen dan novel, saya pikir ini perlu dijaga ekosistemnya, penulis agar tetap produktif harus ada komunitas yang mendukungnya," ucapnya.

Baca Juga: Jelang rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Pemilu 2024, Panwascam Tanjungsiang siapkan data hasil pengawasan komprehensif dan akurat

Ditempat yang sama, Kapolsek Subang, Kompol Yayah Rokayah menyampaikan bahwa komunitas baca perlu disandingkan bersama dengan komunitas menulis, ada banyak ide buat menulis cuma tinggal buat waktunya untuk menulis.

"Ada banyak ide di kepala buat menulis, cuma tinggal cari waktu buat menuangkanya," ucap Kompol Yayah.

Kompol Yayah juga menyampaikan bahwa dirinya menyukai bacaan-bacaan sastra seperti novel, berkaitan dengan hak tersebut ia pun memulai menyiapkan rak buku-buku di Kopi Trotoar jika para pengunjung ingin membacanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X