GENMILENIAL.ID - Sekolah Dasar (SD) PIT Bhaskara kini terus menggeliat menjadi salah satu sekolah swasta yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Subang.
Berdiri sejak dari tahun 2024, sekolah ini berawal dari tidak memiliki gedung, sewa dan berpindah-pindah tempat hingga 4 kali.
"Kita berdiri tidak langsung seperti yang lain, mungkin yah, berdiri langsung besar, kita pindah-pindah, jadi bhaskara ini salah satu sekolah yang unik, karena pas waktu berdiri tidak memiliki gedung," kata Kepala Sekolah SD PIT Bhaskara, Unib Sobirin.
Lanjut Unib, gedung yang sekarang digunakan oleh anak-anak siswanya belajar itu baru dimilikisejak tahun 2012.
"Baru 11 tahun disini sebetulnya, sebelumnya kita menggunakan gedung SMK Pasundan waktu pembukaan, pendaftaran," ujarnya.
Setelah menggunakan SMK Pasundan untuk untuk pendaftaran, pihaknya kemudian pindah dengan menggunakan gedung SMA Langlangbuana selama dua tahun.
Berikutnya menggunakan gedung kopti selama dua tahun juga dan terakhir menggunakan gedung SMK Bina Mandiri sambil pihaknya mulai merintis membangun gedung sendiri yang ditempatinya sekarang.
"Kita membangun disini 2010, dan 2011 sudah mulai dipindahin disini, 2012 sudah pindah semua," pungkasnya.
Unib juga menjelaskan bahwa SD Plus Islam Terpadu (PIT) Bhaskara merupakan sekolah yang berada di bawah Yayasan Bhaskara, dengan motto kreatif, inovatif, terampil, islami.
"Tujuan dari pendirian SD PIT Bhaskara ini, kita ingin berkontribusi sebagai masyarakat, terhadap dunia pendidikan melalui yayasan," jelasnya.
Awal-awal pendirian sekolah saat itu, kata Unib untuk operasional lebih banyak menggunakan pembiayaan dari Yayasan, baru setelah itu sekolah berjalan cukup lama mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui dana BOS.
"Dengan proses berjalanya waktu, walaupun kita pindah-pindah, Alhamdulillah kita berusaha untuk mencoba, menghadirkan pembeda SD swasta dengan SD Negeri," ujarnya.
Artikel Terkait
Subang terbanyak angkat P3K, ini kata Ketua PGRI terkait guru P3K swasta yang ditempatkan di sekolah negeri
Guru penggerak, upaya mendorong perubahan melalui pendidikan
Strategi pembelajaran diferensiasi kurikulum merdeka, ini kata Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat
Hindari anak putus sekolah, ini yang dilakukan oleh Tarsono, Ketua K3S Kecamatan Pagaden
Teropong dunia pendidikan di daerah, ini kata H. Saenudin terkait guru penggerak dan standar mutu pendidikan
Bukan lagi hal menyeramkan, seperti ini cara Hendra Nugraha kenalkan matematika ke peserta didik
Jalankan fungsi intelejen terkait pencegahan dini, Kejari Subang launching Sekolah Bina Adhyaksa