Selain itu, ada warganet Indo yang menuturkan keluh kesahnya terkait war tiket pemesanan kereta api untuk Lebaran 2025.
"Perkara tiket lebaran, kantung mataku setiap war tiket, setiap tahun, demi tiket kereta api. Lelah sekali," terang warganet lainnya melalui akun X @noname, pada Selasa, 11 Februari 2025.
Baca Juga: Terdampak efisiensi, retret kepala daerah tidak berlangsung selama 14 hari, ini skema barunya
Berkaca dari hal itu, terkini KAI telah menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang terjadi dalam sistem pemesanan tiket, khususnya terkait antrian dan pembayaran yang dialami pelanggan. Berikut ulasan selengkapnya.
1. KAI: Setiap kendala kami tindak lanjuti
Dalam kesempatan berbeda, KAI menyebut lonjakan pemesanan tiket Lebaran yang terjadi pada Selasa, 13 Februari 2025 merupakan puncak tertinggi dalam periode penjualan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menuturkan berbagai langkah perbaikan telah dan terus dilakukan oleh KAI agar sistem pemesanan tiket semakin optimal serta memastikan seluruh transaksi pelanggan dapat diselesaikan dengan baik.
"Kami menyadari tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan layanan kereta api untuk perjalanan mudik Lebaran," tutur Anne dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Sabtu, 15 Februari 2025.
"Setiap kendala yang terjadi, baik dalam proses antrean maupun transaksi pembayaran telah kami tindak lanjuti secara intensif," tegasnya.
2. KAI siapkan layanan kereta tambahan
Dalam kesempatan yang sama, Anne menuturkan pihaknya telah mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan pada periode Lebaran 2025.
Artikel Terkait
Hari ke-4 setelah lebaran, PT KAI sebut 43.500 pemudik telah tiba di Jakarta
Polsek Pabuaran amankan para pelaku pencurian rel besi PT KAI
Tiket mudik lebaran 2025 diupayakan turun, AHY beberkan akan terus adakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait
Diperkirakan ada 9 juta perjalanan saat libur Imlek di China, Indonesia salah satu destinasi luar negeri favorit
Menyoroti kata DPR soal moge masuk tol, intip tol unik di Bali yang punya jalur khusus roda dua dengan alat pengukur kecepatan angin
Aksi pendaki di Sumbar yang viral gegara naik ke puncak saat Gunung Marapi masih berstatus waspada, BKSDA sebut bisa kena sanksi hukum
Polsek Pagaden ringkus dua pelaku pencurian rel kereta milik PT KAI, dua orang lagi masih buron, ini ancaman hukuman yang menanti