GENMILENIAL.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan bahwa penerapan sistem bayar tol tanpa sentuh atau multilane free flow (MLFF) akan dimulai secara bertahap pada akhir 2024 ini.
"Dari hasil uji coba pada Desember 2023 lalu di ruas tol Bali Mandara masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi, termasuk teknis dan manajerial. Saat ini sudah ada solusi dari sisi manajerialnya," Kata Basuki Hadimuljono
"Saya optimis MLFF akan diimplementasikan secara bertahap dengan masih single lane atau hibrid masih dengan kartu (e-toll)," tambahnya.
Menteri PUPR juga menjelaskan bahwa pelaksanaan MLFF akan diterapkan secara bertahap.
Baca Juga: Mulai 1 Juni, beli gas elpiji 3 kg wajib pakai KTP
Diawali dengan uji coba pada satu lajur atau Single Lane Free Flow (SLFF) dengan barrier dan tapping (hybrid), dilanjutkan dengan masa transisi dimana diterapkan SLFF dengan barrier. Pada tahap selanjutnya yakni SLFF tanpa barrier dan MLFF secara penuh.
Sedangkan untuk teknologi yang digunakan masih menggunakan GNSS, sehingga tetap membutuhkan aplikasi Cantas untuk melakukan transaksi pembayaran tol.
Pelaksanaan SLFF, nantinya akan diterapkan secara bertahap dimulai dari uji coba ruas Jalan Tol Bali Mandara. Kemudian ketika sudah berhasil akan dilakukan perluasan layanan kepada ruas lainnya.
Saat teknologi MLFF sudah diimplementasikan pada seluruh jalan tol, pengguna pun wajib mendaftarkan data pribadi dan nomor kendaraan pada aplikasi Cantas sebelum memasuki jalan tol.
Baca Juga: Apa itu kepribadian ganda, bagaimana rasanya punya kepribadian ganda?
Hal tersebut dilakukan untuk mendukung kedisiplinan pengguna dalam melakukan pembayaran, oleh karena itu pengguna jalan tol harus memperhatikan registrasi aplikasi Cantas dan kecukupan saldo sebelum memasuki jalan tol.
Basuki juga memastikan nantinya tidak akan ada penambahan biaya atau perubahan tarif tol bagi para pengguna tol saat beralih ke sistem MLFF.
"Tidak akan ada membebani pengguna tol dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk tidak ada perubahan tarif dengan adanya MLFF ini," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan MLFF sudah ditetapkan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) karena salah satu tujuan utamanya adalah untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol, bukan untuk kepentingan BUJT atau pemerintah.
Artikel Terkait
Jelang arus mudik, Kapolda Jabar, Bupati dan Kapolres Subang lakukan peninjauan Pos Lalin Rest Area Tol Cipali
Keren! aksi polisi ini pertemukan kembali seorang anak yang tertinggal di Tol Cipali Subang
Hibur para pemudik, Polres Subang gelar pertunjukan wayang golek di Rest Area Km 102 Tol Cipali Subang
Semburan api setinggi 12 meter, Kapolda Jawa Barat tinjau langsung ke Rest Area KM 86 Tol Cipali Subang
Peringati Hari Kartini, Menteri PPPA ajak perempuan Indonesia teladani perjuangan RA Kartini
Komisi III DPRD Subang minta Dinas PUPR agar segera laksanakan realisasi APBD 2024 terkait infrastruktur, untuk RTRW, DPRD sudah bentuk pansus
Jadi sorotan publik, Kementerian PUPR pastikan kualitas tol MBZ sesuai prosedur