“Menghadapi fenomena ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu spekulatif yang beredar di media sosial,” jelas Daryono.
Ia menyebut kemunculan daratan baru tersebut sebagai proses sedimentasi vulkanik yang lumrah terjadi di kawasan gunung api aktif.
Dengan demikian, istilah 'Cucu Krakatau' yang ramai digunakan untuk menyebut daratan baru tersebut perlu dibedakan dari status geologis sebuah gunung api.
Berdasarkan penjelasan Daryono, daratan itu saat ini merupakan akumulasi material vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau, bukan gunung api independen yang baru lahir.***