sains

Beda klaim fenomena ‘cahaya merah’ di langit Cirebon: BRIN sebut bola api, polisi pastikan bukan meteor

Senin, 6 Oktober 2025 | 22:15 WIB
Mengintip fenomena cahaya merah yang terekam meluncur di langit Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025 malam (X.com/@lambepaklurah)

GENMILENIAL.ID – Fenomena langit di Cirebon, Jawa Barat, mendadak viral setelah muncul cahaya merah menyala di langit disertai suara dentuman keras, pada Minggu malam, 5 Oktober 2025.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan cahaya terang meluncur cepat di langit sebelum menghilang.

Warga sempat menduga benda itu meteor yang jatuh, sementara sebagian lainnya menyebut bola api menembus atmosfer Cirebon.

Namun, hingga kini, misteri itu justru memunculkan perbedaan klaim dari berbagai lembaga resmi.

Baca Juga: Pilu istri Nadiem Makarim usai pantau sidang praperadilan: Anak-anak tiap hari tanyakan sang ayah

Langit tenang, tapi ada dentuman

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah Cirebon saat kejadian dalam keadaan cerah berawan tanpa potensi petir.

“Berdasarkan citra satelit, tidak ada indikasi awan konvektif di sekitar wilayah Cirebon saat kejadian,” ujar Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 Oktober 2025.

Fuad menjelaskan, dentuman keras bisa disebabkan banyak hal, bukan hanya meteor, tetapi juga aktivitas di darat atau sambaran petir dari awan konvektif.

Baca Juga: Sidang lanjutan praperadilan Nadiem Makarim: Jaksa klaim punya 4 alat bukti, minta hakim tolak gugatan

BMKG juga menegaskan tidak mendeteksi getaran signifikan di sekitar Cirebon pada waktu tersebut.

“Fenomena meteor atau benda antariksa merupakan kewenangan lembaga yang membidanginya seperti BRIN,” tambahnya.

BRIN sebut bola api meluncur dari langit

Pandangan berbeda disampaikan Thomas Djamaluddin, peneliti senior di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Halaman:

Tags

Terkini