Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi minta Kemenag perketat seleksi kesehatan calon jemaah haji tahun depan
Meskipun serangan berlangsung ekstrem, Cloudflare memastikan bahwa sistem mitigasi mereka mampu menangkal seluruh trafik berbahaya tanpa kerusakan berarti terhadap layanan pengguna.
“Ini adalah salah satu serangan tercepat dan paling intens dalam sejarah internet, namun berhasil kami netralkan berkat sistem deteksi dini dan respons otomatis yang kami kembangkan,” terang Cloudflare.
Serangan ini menjadi pengingat penting akan terus berkembangnya ancaman siber global dan pentingnya proteksi berlapis dalam infrastruktur digital.***