DeepSeek vs ChatGPT, ini plus minus AI asal China versus AS yang bersaing ketat di dunia kecerdasan buatan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 31 Januari 2025 | 01:34 WIB
Potret layanan AI buatan China, DeepSeek (kiri) dan AI asal Amerika Serikat, ChatGPT (kanan) (Instagram.com/@deepseek.ir - @chatgptricks)
Potret layanan AI buatan China, DeepSeek (kiri) dan AI asal Amerika Serikat, ChatGPT (kanan) (Instagram.com/@deepseek.ir - @chatgptricks)

Lantas, mengapa Trump begitu berambisi membawa perusahaan teknologi di AS mampu menandingi DeepSeek yang berasal dari China?

Baca Juga: Ilmuwan bersiap umumkan jam kiamat yang lebih dekat dengan bumi, imbas kerusuhan hingga genosida

AI buatan China dengan modal minim

Dalam kesempatan yang sama, Trump menuturkan layanan AI di AS pun dapat melakukan hal sama dengan DeepSeek, yakni tampil meyakinkan di pasar teknologi dengan modal yang dinilai kecil.

"Saya melihatnya sebagai hal positif karena Anda akan melakukan yang sama," tutur Trump. 

"Sehingga tidak akan menghabiskan banyak uang dan semoga Anda akan mendapatkan hasil yang sama," tandasnya.

Pihak DeepSeek mengklaim, hanya menghabiskan 5,6 juta dolar AS atau Rp90,8 miliar untuk mendukung model dasar AI DeepSeek model R1. 

Baca Juga: Mengapa sering turun hujan saat Imlek? ini filosofi dan maknanya

DeepSeek baru lahir satu tahun lalu

Bagi yang belum tahu, DeepSeek berdiri pada tahun 2024 oleh pengusaha asal China, Liang Wenfeng. 

DeepSeek menjadi salah satu dari sejumlah perusahaan rintisan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir dan berupaya mencari investasi besar untuk mengembangkan AI di pasar global.

Di sisi lain, DeepSeek meluncurkan berbagai model AI kompetitif selama setahun terakhir yang telah menarik perhatian industri teknologi internasional.

Berkaca dari hal itu, terdapat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki DeepSeek dan ChatGPT bagi para pengguna. Berikut ini di antaranya:

Baca Juga: Dianggap tidak tulus dan tidak ada hubungannya, rakyat Wales minta Pangeran William tidak gunakan gelar Wales

1. DeepSeek lebih sensitif ketimbang ChatGPT

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X