Bahkan Dr. Ari juga menyarankan jika memiliki kesempatan anak-anak disarankan untuk singgah ke tempat yang memiliki banyak tanaman dan pepohonan rindang guna meminimalkan masuknya partikel-partikel berbahaya akibat polusi.
Baca Juga: Jangan berkhianat atau ingkar janji, ini 6 manfaat menjaga kepercayaan dalam kehidupan
"Akan lebih baik lagi bila anak mengenakan masker ketika berada di luar ruangan dan membatasi gerak anak di luar ruangan apabila tidak memiliki agenda yang mendesak," kata Dr. Ari.
“Terutama yang memiliki anak dengan penyakit penyerta, itu harus lebih hati-hati lagi. Bila perlu gunakan masker, masker itu walaupun tidak 100 persen menyaring, tapi bisa mengurangi tingkat polusi yang terhirup,” tambahnya.
Sebagai informasi bahwa laman IQ Air yang diperbarui Rabu pada pukul 17.00 WIB menyatakan bahwa tingkat polusi udara di Jakarta tercatat masuk dalam kategori sedang.
IQ Air mencatat indeks polusi udara Jakarta berada pada poin 73 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 21 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menunjukkan bahwa 4,2 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Bahkan kualitas udara di Jakarta sempat menempati posisi kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk dengan angka 156 menurut IQ Air yang masuk ke kategori tidak sehat.
Artikel Terkait
Forum Diskusi Sastra Meja Panjang, kembali gelar diskusi episode ketiga dengan tema Jakarta Kita dan Sastra
5 Tips mencegah penuaan dini akibat paparan polusi udara
Upaya bersama melawan anak-anak cacat akibat yodium pada Hari Pencegahan Gangguan Defisiensi Yodium.
Mengarungi dunia dongeng, ini 7 tips sukses menjadi pendongeng yang menginspirasi bagi anak-anak
Malam tahun baru, 26 ruas jalan di Jakarta akan ditutup, ini daftar lokasinya
Ancaman serius, ini bahaya polusi udara bagi kesehatan manusia
Studi menemukan hubungan antara polusi udara dan depresi