Pemain naturalisasi lainnya, Calvin Verdonk, juga menyuarakan hal serupa.
Melalui akun Instagram @c.verdonk, pemain LOSC Lille itu menulis pesan yang menekankan rasa hormatnya kepada pelatih dan federasi.
“Terima kasih kepada pelatih dan staf atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai pemain. Kami bekerja keras sebagai tim,” tulisnya.
Verdonk mengaku sedih melihat komentar negatif terhadap PSSI dan Timnas.
“Beberapa komentar negatif membuat saya sedih. Saya bermain untuk Indonesia dengan bangga dan komitmen penuh,” ungkapnya.
Ia menilai publik belum banyak mengetahui perubahan besar di lingkungan federasi di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
“Bapak Thohir dan timnya telah menciptakan lingkungan berstandar tinggi yang memungkinkan kami berkembang dan tampil maksimal,” ujarnya.
Publik menanti penjelasan resmi PSSI
Hingga kini, PSSI belum memberikan penjelasan lengkap soal alasan di balik pemutusan kerja sama dengan Patrick Kluivert.
Erick Thohir menyebut, pengumuman resmi akan disampaikan dalam waktu dekat setelah evaluasi menyeluruh terhadap tim.
Meski demikian, dukungan terbuka dari para pemain di tengah situasi panas memperlihatkan upaya meredam gejolak dan mengajak publik tetap bersatu mendukung Timnas Indonesia.***
Artikel Terkait
Dibantai Jepang 0-6, Patrick Kluivert: Ini pelajaran penting untuk Timnas Indonesia
Patrick Kluivert kibarkan Merah Putih di Belanda, rayakan HUT RI ke-80 bersama diaspora
Dirut GoTo Patrick Walujo melayat: Janjikan dukungan finansial dan asuransi untuk keluarga Affan Kurniawan
Strategi rahasia Patrick Kluivert jadi sorotan, Timnas Indonesia hadapi tekanan berat lawan Arab Saudi dan Irak di Round 4
Timnas Indonesia di bawah Patrick Kluivert lawan kata mustahil di Round 4: Protes wasit ditolak, bola mati jadi senjata utama
Patrick Kluivert di ujung tanduk: Gagal bawa Indonesia ke Piala Dunia, kritik deras menghantam
Istana dukung PSSI pecat Patrick Kluivert, desak segera cari pelatih baru dan fokus wujudkan mimpi 287 juta rakyat