Baca Juga: Melacak perjalanan generasi yang berbeda, dari generasi baby boomers hingga generasi alpha
"Jadi substitusi pupuk itu harus dilakukan tanpa juga mengurangi produktifitas, kebijakan sebaiknya juga bersifat integral, memperhatikan proses produksi pertanian itu sendiri dari mulai hulu ke hilirnya, itu yang saya tangkap dari mereka," kata Kang Lukmantias.
Senada dengan Kang Lukmantias Amin, Ketua Forum Jaya, Juhaedin menyebut bahwa sebagian besar anggotanya adalah para petani penggarap yang mengontrak kepada pemilik lahan.
"Kebetulan lahan-lahan disini, lahanya bukan milik pribadi, sementara kami petani kecil, harus memikirkan bayar kontrakan," kata Juhaedin.
Lanjut Juhaedin, para anggotanya selain harus memikirkan buat biaya sewa lahan, pihaknya juga harus memikirkan soal biaya pertanian yang semakin hari yang semakin tinggi, termasuk soal harga pupuk hang meningkat.
"Banget, bukan naik lagi pak," tuturnya.
Sebagai ketua Kelompok Tani Forum Jaya, kata Juhaedin yang anggotanya puluhan anggotanya merupakan para petani penggarap yang menyewa lahan kepada para pemilik lahan, ia pun meminta para stakeholder terkait untuk memperhatikan kehidupan para petani penggarap.
"Tolong perhatikan, khususnya para petani Hortikultura di Subang selatan, karena petani hortikultura kebanyakan di Selatan, kalau ke utara kan padi," tuturnya.