Baca Juga: Melacak perjalanan generasi yang berbeda, dari generasi baby boomers hingga generasi alpha
"Jadi substitusi pupuk itu harus dilakukan tanpa juga mengurangi produktifitas, kebijakan sebaiknya juga bersifat integral, memperhatikan proses produksi pertanian itu sendiri dari mulai hulu ke hilirnya, itu yang saya tangkap dari mereka," kata Kang Lukmantias.
Senada dengan Kang Lukmantias Amin, Ketua Forum Jaya, Juhaedin menyebut bahwa sebagian besar anggotanya adalah para petani penggarap yang mengontrak kepada pemilik lahan.
"Kebetulan lahan-lahan disini, lahanya bukan milik pribadi, sementara kami petani kecil, harus memikirkan bayar kontrakan," kata Juhaedin.
Lanjut Juhaedin, para anggotanya selain harus memikirkan buat biaya sewa lahan, pihaknya juga harus memikirkan soal biaya pertanian yang semakin hari yang semakin tinggi, termasuk soal harga pupuk hang meningkat.
"Banget, bukan naik lagi pak," tuturnya.
Sebagai ketua Kelompok Tani Forum Jaya, kata Juhaedin yang anggotanya puluhan anggotanya merupakan para petani penggarap yang menyewa lahan kepada para pemilik lahan, ia pun meminta para stakeholder terkait untuk memperhatikan kehidupan para petani penggarap.
"Tolong perhatikan, khususnya para petani Hortikultura di Subang selatan, karena petani hortikultura kebanyakan di Selatan, kalau ke utara kan padi," tuturnya.
Artikel Terkait
Maju di Pilkada Subang 2024, seperti ini pandangan Mochamad Lukmantias Amin terhadap Subang saat ini
Kunjungi puluhan nelayan, Mochamad Lukmantias Amin tawarkan soal jaminan ketenagakerjaan dan layanan kesehatan
Abrasi dan banjir tahunan di Mayangan, Kang Lukmantias sebut harus ada mitigasi bencana yang jadi perhatian
Siapkan generasi emas, Mochamad Lukmantias Amin berkolaborasi dengan Yayasan An-Nida dalam pendirian BLK
Mengenang H. Agus Salim, pahlawan diplomatik Indonesia
Kepindahan AKBP Sumarni, Mochamad Lukmantias Amin apresiasi kiprah dan dedikasi untuk masyarakat Subang
Di Pesantren An Nida, Kang Lukmantias serap aspirasi, salah satunya kesiapan anak muda dengan adanya Patimban