Bertemu kelompok tani penggarap, Kang Lukmantias sebut keluhan petani soal harga pupuk dan sewa lahan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 1 Juli 2023 | 11:12 WIB
Letnan Kolonel CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin bersama para petani penggarap holtikultura Desa Palasari pada Jumat 30 Juni 2023
Letnan Kolonel CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin bersama para petani penggarap holtikultura Desa Palasari pada Jumat 30 Juni 2023

GENMILENIAL.ID - Tokoh Masyarakat dan Bakal Calon Bupati Subang, Letnan Kolonel CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin (Kang Lukmantias) bertemu dengan para Kelompok Tani Hortikultura di Desa Palasari, Ciater, Subang pada Jumat 30 Juni 2023.

Para petani Hortikultura ini para petani kebun yang hasil produktifitasnya berupa sayur-sayuran seperti cabe, tomat, mentimun, kol, kangkung dan lain-lain.

Sedangkan kelompok tani yang hadir pada kegiatan tersebut yaitu, Kelompok Tani Forum Jaya, Kelompok Tani Jamuriah, dan Kelompok Tani Berkah Tani, yang masing-masing kelompok tani ini memiliki puluhan anggota para petani penggarap.

"Mereka adalah kelompok yang merupakan bagian daripada petani milenial menurut istilah sekarang, mereka didorong untuk mencintai pertanian tetapi permasalahanya adalah mereka tidak memiliki lahan tani sendiri," kata Kang Lukmantias.

Baca Juga: Agar tetap segar, seperti ini langkah yang tepat untuk menyimpan daging kurban dalam kulkas

Kata Purnawirawan TNI AD ini, para petani hortikultura, yang sebagian besar para penggarap kebun dan sayur-sayuran ini, para petani ini menggarap lahan dari para pemilik lahan-lahan besar.

"Jadi yang mereka sekarang jadikan lahan pertanian adalah lahan-lahan pemilik lahan besar, mereka ngontrak kemudian mereka tanami," kata Kang Lukmantias.

Lanjut Kang Lukmantias, sebagai petani milenial, para petani penggarap juga bahwa mereka suka mendapatkan bantuan, namun sifatnya masih parsial.

"Misalnya kalau benih, hanya benih saja, tetapi yang diharapkan itu ada juga suport yang lain, seperti bimbingan, kemudian pemupukan, sampai kepada hilirnya sampai kepada pemasaran tentunya," kata Kang Lukmantias.

Baca Juga: Ups! Jangan terkecoh, seperti ini perbedaan daging sapi dan kambing

Ia pun menyebut, karena sebagian besar kelompok tani tersebut adalah para petani penggarap yang mengontrak kepada para pemilik lahan luas, hal yang harus jadi pertimbangan adalah finansial mereka agar bisa membayar sewa kontraknya.

"Apakah mereka ada kesulitan atau gak disitu, dan kaitan dengan bantuan tadi, kenapa mereka mengeluhkan yang sifatnya parsial, hanya mendapatkan benih, karena secara proses pengolahan pertanianya sendiri mereka kesulitan mendapatkan pupuk," kata Kang Lukmantias.

"Kita juga mendengar bahwa pupuk urea hanya diperuntukan untuk petani sawah, sehingga kemudian mayoritas petani di selatan, yang rata-rata adalah berkebun, hortikultura, saya kira kalau kebijakan itu benar adanya, petani hortikultura tidak mendapatkan subsidi ini harus diambil mitigasi segera ya," tambahnya.

Lanjut lelaki yang pensiun di TNI AD pada usia 43 tahun ini, kalaupun para petani holtikultura ini akan diarahkan kepada pupuk organik, harus jelas bagaimana pengadaan pupuk organiknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X