Suyudi menyebut adanya pihak dari negara tetangga yang sedang didalami. Namun, ia belum memerinci negara asal, identitas perusahaan, maupun individu yang dimaksud.
Baca Juga: Resmi! Rp4,06 triliun saham WIFI dilepas perusahaan Hashim, kini tersisa 27,75 persen
Pemerintah perkuat penanganan karhutla
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan penanganan karhutla perlu dilakukan secara masif melalui operasi udara dan pengerahan personel gabungan.
Pemerintah mengerahkan pesawat Hercules serta melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat untuk mendukung upaya penanganan kebakaran di lapangan.
Dudung juga menyampaikan bahwa pemerintah merespons tawaran bantuan dari Malaysia dan Singapura untuk membantu menangani karhutla.
Meski demikian, keterangan tersebut tidak merinci bentuk bantuan yang akan diberikan kedua negara.
Baca Juga: Prabowo siapkan belanja negara Rp1.300 triliun hingga akhir 2026, ini rinciannya
Selain pemadaman, pemerintah mendorong langkah pencegahan melalui pembangunan embung, sumur bor, dan infrastruktur pengairan di wilayah rawan kebakaran.
“Jangan sampai perintah Presiden setelah terbakar baru ada tindakan, tapi justru sebelum terbakar itu ada tindakan untuk diantisipasi,” ujar Dudung.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya upaya pencegahan sebelum kebakaran terjadi, sehingga penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul.
Penyidikan dan pencegahan jadi fokus
Pengusutan terhadap 98 laporan korporasi tersebut berjalan bersamaan dengan upaya pemerintah menangani dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: 70 Titik api masih membara di Gunung Arjuno-Welirang, kebakaran meluas hingga Kota Batu
Dalam proses hukum, penyidik masih mendalami bukti untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak asing.