Dalam keluhannya, pegawai itu turut menyebut dirinya sebagai perantau. Kekhawatiran tersebut membuatnya merasa tidak mudah untuk menghadapi situasi di lapangan, meskipun akses menuju tempatnya bekerja ikut terganggu.
Baca Juga: Proyek UPLAND berakhir 2026, Subang siapkan keberlanjutan pertanian dataran tinggi
Pegawai minta pengendara sisakan ruang di pintu masuk
Pegawai tersebut meminta para pengendara yang mengantre BBM agar memberikan ruang di depan pintu masuk dan keluar Alfamart.
Ia tidak meminta antrean dihentikan, melainkan mengimbau agar kendaraan tidak menghalangi akses pelanggan.
Permintaan itu disampaikan agar pengendara tetap bisa mengantre BBM tanpa mengganggu kegiatan usaha di sekitar lokasi.
Dengan menyisakan ruang yang cukup, pelanggan diharapkan tetap dapat masuk dan berbelanja.
Baca Juga: Razia tempat hiburan malam Subang, 182 botol miras disita dan 75 paket sabu terungkap
Keluhan tersebut juga memperlihatkan pentingnya menjaga akses keluar-masuk bangunan ketika antrean kendaraan memanjang.
Pengendara yang mengantre perlu memperhatikan lingkungan sekitar agar aktivitas masyarakat dan usaha di sekitarnya tidak ikut terhambat.
Meski begitu, video tersebut tidak menyebutkan secara terperinci lokasi Alfamart yang dimaksud.
Karena itu, kondisi dalam rekaman tersebut belum dapat digeneralisasi sebagai situasi yang terjadi di seluruh gerai Alfamart di Bali.
Baca Juga: Reshuffle lagi! Prabowo lantik 7 pejabat, Letjen Kristomei Sianturi jadi kepala BNPB
Penjualan Alfamart dikhawatirkan ikut terdampak
Selain kesulitan mengakses toko, pegawai itu mengkhawatirkan dampak antrean BBM terhadap penjualan.