Selain itu, akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus.
Kondisi tersebut menambah dampak yang harus ditangani setelah banjir melanda sejumlah wilayah.
Kerusakan rumah menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kondisi tempat tinggal warga setelah air surut.
Sementara itu, akses jalan yang terputus berpotensi menghambat mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Hujan dengan intensitas tinggi disebut menjadi pemicu banjir. Masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai maupun wilayah rawan genangan perlu memperhatikan perubahan kondisi air, terutama ketika hujan kembali turun.
BPBD minta warga waspadai potensi banjir
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan banjir agar tetap waspada.
Baca Juga: Kang Rey tinjau perbaikan SDN Binakarya, target 2.100 ruang kelas rusak jadi sorotan
Warga juga diminta memantau kondisi lingkungan serta mengikuti arahan petugas apabila situasi membahayakan keselamatan.
Data 498 warga terdampak dan 238 orang dievakuasi masih mengacu pada pendataan sementara hingga Sabtu malam.
Angka tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan dampak apabila masih ada perkembangan di lapangan.
Informasi lanjutan mengenai kondisi banjir, kebutuhan pengungsian, serta jumlah kerusakan perlu merujuk pada pembaruan resmi BPBD dan Pemerintah Kota Padang.
Baca Juga: 50 Bangunan terdampak kebakaran Kramat Pulo, tak ada korban jiwa dan penyebab diselidiki
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tidak mengabaikan potensi kenaikan debit air.