news

Banjir Padang hari ini: 498 Warga terdampak, 238 orang dievakuasi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:25 WIB
Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang, setelah hujan deras memicu luapan sungai pada Sabtu 10 Oktober 2026 (Tangkapan layar Threads)

GENMILENIAL.ID – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu 10 Oktober 2026. 

Luapan Sungai Lubuk Minturun menyebabkan permukiman terendam, ratusan warga harus dievakuasi, dan akses jalan di salah satu kawasan terdampak dilaporkan terputus.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga Sabtu pukul 22.45 WIB, sebanyak 498 warga terdampak banjir.

Baca Juga: Gunung Semeru erupsi lagi hari ini, kolom abu tembus 1.000 meter

Dari jumlah tersebut, 238 orang telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Banjir juga merendam 120 rumah di sejumlah wilayah.

Dampak banjir tersebar di tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.

Tim gabungan dikerahkan untuk membantu warga meninggalkan kawasan terdampak, terutama mereka yang berada di lokasi dengan arus deras dan genangan air.

Banjir melanda tiga kecamatan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut Kecamatan Kuranji menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 245 orang.

Baca Juga: Ditanya soal ijazah Gibran, Rocky Gerung: Saya bukan Dewan Pertimbangan Wapres!

Sementara itu, Kecamatan Koto Tangah mencatat 208 warga terdampak, termasuk masyarakat di Kelurahan Lubuk Minturun dan Koto Panjang Ikua Koto.

Adapun di Kecamatan Nanggalo, sebanyak 45 warga terdampak, terutama di Kelurahan Tabing Banda Gadang.

Salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam proses penanganan banjir adalah Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, serta kompleks Lumin Park di sekitar Lubuk Minturun.

Luapan sungai dan genangan yang memasuki permukiman membuat petugas harus bergerak untuk memastikan keselamatan warga.

Halaman:

Tags

Terkini