news

8 Orang masih dicari, ini pengakuan keluarga Daus sang jurnalis yang hilang saat liputan Anak Krakatau

Selasa, 22 September 2026 | 00:20 WIB
Menyoroti penuturan pihak keluarga Firdaus Wajidi atau Daus, jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (Instagram.com/@inpopmedia)

GENMILENIAL.ID - Keluarga Firdaus Wajidi alias Daus, salah satu jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau, mengaku telah mengikhlaskan kepergian kerabatnya di tengah penghentian sementara operasi pencarian rombongan KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda, Banten.

Perwakilan keluarga Firdaus Wajidi, Diki, menyampaikan hal tersebut dalam acara 'Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis' yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Senin, 21 September 2026.

Diki mengatakan keluarga memahami kondisi pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari. Meski demikian, keluarga tetap berharap Daus dapat ditemukan.

"Kami sesama jurnalis juga dan kebetulan keluarga juga, tentu kami sudah mengikhlaskan kepergiannya keluarga kami ini," tutur Diki.

Keluarga masih berharap Daus ditemukan

Pernyataan ikhlas tersebut disampaikan keluarga di tengah penghentian sementara operasi pencarian dan pertolongan atau SAR terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal KM Arupadatu I.

Diki mengatakan keluarga masih menyimpan harapan agar Daus dapat ditemukan dalam kondisi sehat.

Di tengah situasi tersebut, keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu proses pencarian sejak Daus dan rombongan dinyatakan hilang kontak.

Diki secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan organisasi pers yang telah memberikan bantuan selama proses pencarian berlangsung.

"Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan dari keluarga kami," terangnya.

Operasi SAR terhadap rombongan KM Arupadatu I sebelumnya dilakukan di sejumlah sektor pencarian di perairan Selat Sunda.

Namun, setelah berlangsung selama 10 hari, operasi SAR gabungan tersebut akhirnya dihentikan sementara.

Tim SAR tidak temukan tanda keberadaan korban

Dalam penutupan operasi SAR gabungan, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal selama proses pencarian berlangsung.

Halaman:

Tags

Terkini