Teman korban bantah isu pencopetan
Melalui utas lanjutan yang diunggah pada Kamis, 17 September 2026, pemilik akun yang mengaku sebagai teman korban memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.
Ia mengatakan korban dalam kondisi kaget saat ditendang dan tidak melakukan perlawanan setelah kejadian.
Baca Juga: Maulid di Subang, Ega Anjani tekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah
Pemilik akun tersebut juga membantah kabar yang menyebut korban merupakan pelaku pencopetan.
Ia menjelaskan, pasangan yang sedang mengantre di sebelah korban disebut bersedia menjadi saksi apabila perkara tersebut ditindaklanjuti secara hukum.
“Bagi yg berspekulasi di luar konteks, ada yang copet dan buzzer lainnya, saya tegaskan bahwa pasangan yang mengantri di sebelah teman saya, bahkan setelah kejadian tersebut baru saja terjadi, mereka langsung berkoordinasi dengan teman saya atau korban dan bersedia untuk menjadi saksi apabila kejadian ini akan ditindaklanjuti,” tulisnya.
Ia juga mengatakan pasangan tersebut masih berkomunikasi dengan korban setelah kejadian.
Baca Juga: Kronologi kasus pelecehan siswi di SMA Kulon Progo DIY: Terekam CCTV, pelakunya diduga satpam
“Mereka juga sudah saling komunikasi sampai sekarang. Jadi tolong warga yang cerdas yuk jangan malah kesana kemari. Ini pure tindakan kekerasan,” lanjutnya.
Selain membantah isu tersebut, pemilik utas turut menjelaskan bahwa pihak mal telah berkomunikasi dengan korban dan menyatakan kesiapan membantu jika perkara dibawa ke kepolisian.
“Kemudian pihak mal juga sudah reach out teman saya dan sudah berkoordinasi jika korban ingin menindaklanjuti hal ini ke kepolisian,” tandasnya.
Kini, setelah R diamankan, kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami kronologi dan motif tindakan yang terjadi di Senayan City tersebut.***