Keluarga awak kapal yang ikut dalam perjalanan bersama lima jurnalis tersebut turut hadir dalam kegiatan itu.
Suasana haru terlihat ketika sejumlah anggota keluarga menahan kesedihan hingga meneteskan air mata.
Ketua RT setempat, Adhari, mengatakan kegiatan doa bersama tersebut pada awalnya tidak direncanakan sebagai kegiatan besar.
Warga secara spontan berinisiatif datang setelah mengetahui proses pencarian terhadap Arupadhatu 1 masih berlangsung.
"Tadinya untuk pihak keluarga saja, tetapi ternyata simpatisan masyarakat yang ingin berdoa di sini cukup banyak," kata Adhari di lokasi.
Adhari mengatakan warga masih berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kami sebagai warga, sebagai saudara, sebagai teman, mudah-mudahan keluarga kami yang terkena musibah di Gunung Krakatau kemarin cepat kembali dengan selamat," tandas Adhari.***