news

Kasus hilangnya 5 jurnalis di Selat Sunda: Sisir lokasi dihentikan usai 10 hari pencarian

Kamis, 17 September 2026 | 20:46 WIB
Menyoroti kasus hilangnya jurnalis dan awak kapal cepat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda (Instagram.com/@jktinfo)

GENMILENIAL.ID - Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, kawasan perairan Selat Sunda, resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyatakan penghentian penyisiran di lokasi kejadian dilakukan pada Kamis, 17 September 2026.

Selama proses pencarian, Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan kapal cepat Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Al Amrad mengatakan keputusan penghentian operasi tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap proses pencarian yang telah berlangsung.

Baca Juga: Dokter RSCM pastikan siswi Karo yang diduga keracunan MBG tak hilang ingatan: Memori jangka pendek dan panjangnya baik

"Dari semua yang kita evaluasi, di awal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga," kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Kamis, 17 September 2026.

"Tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed," tambahnya.

Belum ada tanda keberadaan Arupadhatu 1

Selama 10 hari pencarian, operasi SAR melibatkan sejumlah unsur dari wilayah berbeda.

Basarnas Banten, kantor SAR Lampung, hingga kantor SAR Bengkulu ikut terlibat dalam proses pencarian kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.

Baca Juga: Viral komentar Wali Kota Kendari soal warganya yang dilanda krisis BBM: Saya juga pusing!

Namun, hingga operasi resmi dihentikan, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal cepat tersebut maupun delapan penumpangnya.

Selain pencarian di perairan, Polda Bengkulu juga terlibat dalam proses identifikasi temuan jenazah di Pulau Enggano.

Jenazah tersebut sebelumnya diduga berkaitan dengan kasus hilangnya Arupadhatu 1 di kawasan Selat Sunda. Kendati demikian, hingga kini hasil uji DNA terhadap jasad tersebut belum keluar.

Halaman:

Tags

Terkini