GENMILENIAL.ID – Jumlah korban dalam kasus dugaan pencabulan anak yang menjerat guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMAN 1 Pamanukan, Subang, berinisial AT, masih berpotensi bertambah.
Polisi menyebut proses pemeriksaan terhadap perkara tersebut masih berlangsung.
Kasat Reskrim Polres Subang AKP Wanda Ervam Liton Dachi mengatakan, sejauh ini baru satu orang yang membuat laporan polisi terkait kasus tersebut.
Baca Juga: Terjerat kasus dugaan pencabulan anak, Wakasek SMAN 1 Pamanukan terancam 12 tahun penjara
Namun, penyidik membuka kemungkinan adanya korban lain yang akan terungkap seiring berjalannya proses pemeriksaan.
Hal itu disampaikan Wanda usai konferensi pers di Mapolres Subang, Jumat 11 September 2026.
Polisi sebut korban masih bisa bertambah
Wanda mengatakan, penyidik belum dapat memastikan jumlah korban dalam kasus dugaan pencabulan yang menjerat AT. Pemeriksaan masih dilakukan untuk mendalami perkara tersebut.
Menurutnya, jumlah korban bisa saja bertambah apabila dalam proses penyidikan ditemukan keterangan atau informasi lain yang berkaitan dengan dugaan perbuatan AT.
Baca Juga: 56 Tahun di Indonesia, SHARP perkuat hubungan pelanggan lewat kampanye Every Customer Matters
“Kalau korbannya mungkin akan bertambah, seiring berjalannya pemeriksaan, cuman yang membuat LP baru satu,” kata Wanda.
Hingga saat ini, jumlah korban dalam perkara tersebut belum dapat dipastikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui perkembangan kasus secara lebih menyeluruh.
Wanda menegaskan, laporan polisi yang masuk hingga saat ini baru dibuat oleh satu orang. Namun, kondisi tersebut belum menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa hanya terdapat satu korban dalam perkara tersebut.
Baca Juga: Viral helikopter raksasa milik Jepang diterjunkan ke Kalbar, diklaim untuk bantu padamkan karhutla