"Kabupaten Subang memiliki wilayah dengan kondisi geografis yang beragam, mulai dari daerah pegunungan hingga pesisir sehingga memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi,” tambahnya.
Satu komitmen menghadapi potensi bencana
Menurut Kang Rey, kondisi geografis Subang yang mencakup wilayah pegunungan hingga pesisir membuat kesiapsiagaan menjadi hal penting.
Karena itu, koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi melalui langkah yang terukur.
“Mari kita perkuat langkah pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, respons cepat, hingga pemulihan. Setiap potensi bencana harus diantisipasi dengan solusi," kata Kang Rey.
"Saya berharap melalui apel ini, koordinasi antar lembaga semakin kuat dan kita memiliki satu langkah, satu komitmen, dan satu kesiapan dalam melindungi masyarakat Kabupaten Subang,” jelas Kang Rey.
Kang Rey kembali menekankan bahwa ukuran keberhasilan penanggulangan bencana tidak semata-mata dilihat dari kecepatan bertindak ketika bencana sudah terjadi.
Menurutnya, kemampuan mencegah dan mengurangi risiko sejak awal menjadi bagian penting dari penanggulangan bencana.
“Pada akhirnya, keberhasilan penanggulangan bencana bukan hanya diukur dari seberapa cepat kita bertindak ketika bencana terjadi, tetapi juga dari seberapa baik kita mencegah dan mengurangi risikonya sejak awal,” tutup Kang Rey.
Baca Juga: Saham MGLV melonjak lagi 10 persen, kenaikan sepanjang 2026 tembus 500 persen
Apel siaga tersebut diikuti unsur TNI, Polri, Satpoldam Subang, BPBD Subang, Dinas Kesehatan Subang, Dinas Sosial Subang, dan Tagana. Kegiatan ditutup dengan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana Kabupaten Subang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Forkopimda Kabupaten Subang dan tamu undangan lainnya.***