Dalam bursa Ketua Umum PBNU, terdapat lima nama yang mendapat dukungan terbanyak. Gus Kikin menjadi kandidat dengan perolehan suara tertinggi, yakni 472 suara.
Posisi berikutnya ditempati KH Zulfa Mustofa atau Kiai Zulfa dengan 262 suara, kemudian KH Abdussalam Sochib atau Gus Salam dengan 261 suara.
Baca Juga: Detik-detik mobil Subaru tabrak truk di area Jalan Tol Serpong-Cinere: Baru masuk arah BSD
Selanjutnya, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memperoleh 258 suara dan KH Abdul Ghofar Rozin atau Gus Rozin mendapatkan 155 suara.
Setelah proses tersebut, AHWA menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Rapat AHWA digelar tertutup
Kiai Anwar mengungkapkan, rapat AHWA digelar secara tertutup di Ndalem Kasepuhan hingga pukul 07.00 WIB.
Rapat tersebut dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.
Baca Juga: Beberkan situasi ngeri saat karhutla landa Kaltim, Panji Petualang soroti minimnya alat pemadam
Berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU kemudian ditandatangani oleh sembilan kiai anggota AHWA.
Mereka adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj, dan KH Abun Bunyamin.
Bawa gagasan untuk NU
Dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin membawa sejumlah gagasan utama.
Di antaranya penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.