“Mau matikan api pakai apa? Kita enggak bawa alat juga, nyiram juga gimana? Warga juga enggak ada,” ungkap Panji.
“Belum ada petugas yang datang, tapi sudah koordinasi. Apinya makin gede, tuh lihat ini enggak bisa dimatikan cuma disiram ember, mustahil. Enggak bisa ini,” imbuhnya.
Panji menilai besarnya kobaran membuat api tidak mungkin ditangani hanya dengan cara sederhana seperti menyiram menggunakan ember.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran berada di area terbuka yang terdapat sejumlah fasilitas di sekitarnya.
Titik api dekat tiang listrik dan tower
Selain menyoroti besarnya kobaran, Panji juga memperingatkan mengenai lokasi titik api yang berada tidak jauh dari infrastruktur.
Dalam caption unggahannya, ia menyebut terdapat tiang listrik dan tower di sekitar area yang terbakar. Keberadaan fasilitas tersebut membuat penanganan kebakaran dinilai perlu segera dilakukan.
“Ini cukup berbahaya, karena di sebelah kanan kita terdapat tiang listrik dan tower,” ungkap Panji.
“Kita harus segera melakukan penanganan, sebelum api semakin meluas dan mendekati fasilitas di sekitar lokasi,” tambahnya.
Panji menunjukkan kondisi api yang masih menyala saat dirinya berada di jalur tersebut. Kobaran terlihat berada di area pinggir jalan dan membakar vegetasi di sekitar lokasi.
Baca Juga: Jejak kasus gratifikasi Silmy Karim, dari sitaan Rp17,5 miliar hingga 8 orang jadi tersangka
Air menipis, warga terus siaga
Panji kemudian menyampaikan informasi yang diterimanya mengenai kondisi warga di sekitar lokasi kebakaran.