Ia juga mengaku penumpang perempuan yang berada di bagian depan kereta sempat panik ketika terdengar adanya dugaan pelemparan tersebut.
“Nangis banget, langsung panik segerbong wanita paling depan, sebelum jalan udah tutup semua tirai jendela juga,” lanjutnya.
Pengunggah menyebut perjalanan tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat kereta melintas setelah Stasiun Palmerah, kondisi jalan raya di sekitar kawasan tersebut disebut masih ditutup.
“Setelah Stasiun Palmerah itu jalan raya masih ditutup dan di beberapa titik masih ada massa yang berkumpul, abis dilempar batu itu aku duduk gak berani liat ke luar lagi. Jadi, enggak tahu masih banyak atau enggak massanya,” terangnya.
Penumpang cerita ada penyesuaian jalur KRL
Pengalaman serupa dibagikan akun Threads @vitaaadamanik. Dalam video yang diunggah pada Jumat, 28 Agustus 2026, penumpang tersebut menceritakan adanya penyesuaian perjalanan KRL Green Line setelah aksi demonstrasi.
Menurutnya, KRL sempat melakukan perjalanan dengan pola yang berbeda dari biasanya ketika mendekati Stasiun Kebayoran.
“KRL Green Line pagi ini after demo. Pas mau tiba di Kebayoran, tiba-tiba announcer bilang pintu dibuka sebelah kiri, biasanya pintu dibuka selalu dari kanan,” tulisnya.
Saat tiba di Stasiun Kebayoran, kereta disebut masuk ke jalur yang tidak biasa digunakan. Penumpang kemudian diarahkan petugas untuk berpindah kereta.
“Tiba di Stasiun Kebayoran, kereta masuk ke jalur yang enggak biasanya. Biasanya selalu di jalur yang ada kereta di depan. Lalu, kita semua disuruh petugas pindah kereta ke jalur 2,” sambungnya.
Ketika sampai di Stasiun Palmerah, petugas kembali memberikan arahan kepada penumpang untuk menutup kaca jendela menggunakan tirai.