“Pas di Stasiun Palmerah, tiba-tiba petugas minta kaca ditutup. Agak panik sih kalau kereta ini sampai ketahan lagi,” imbuhnya.
Dalam video tersebut, situasi di luar kereta juga terlihat masih menunjukkan adanya kerumunan massa di sekitar kawasan stasiun.
“Massa masih banyak berkumpul di rel stasiun Palmerah dekat gedung DPR,” tambahnya.
Commuter Line sempat minta perjalanan menunggu kondisi aman
Pihak Commuter Line sebelumnya memberikan pengumuman terkait perjalanan KRL tujuan Tanah Abang pada Jumat pagi.
KRL yang berangkat pada pukul 04.50 WIB dengan tujuan Tanah Abang disebut harus menunggu hingga kondisi di sekitar jalur dinyatakan aman.
Pengaturan tersebut dilakukan di tengah situasi kawasan yang masih terdampak kerumunan setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
Kemudian, dalam informasi berikutnya, perjalanan KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung pulang-pergi (PP) yang berangkat pada pukul 07.10 WIB disebut sudah dapat melintas dengan normal.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, perjalanan KRL menuju kawasan Tanah Abang kembali berjalan, meski kewaspadaan tetap dilakukan mengingat masih terdapat massa yang berkumpul di sejumlah titik sekitar Palmerah-Tanah Abang.***
Artikel Terkait
RUU Perampasan Aset mandek sejak 2009, kini jadi tuntutan utama dalam aksi 17 plus 8
RUU Perampasan Aset dibahas DPR: Publik diminta kawal isi, bukan hanya judul
Jokowi dukung pembahasan RUU Perampasan Aset, ungkap 3 kali desak DPR di masa pemerintahannya
Kolaborasi hexahelix di Pati, sistem ekraf terintegrasi dorong daya saing UMKM
Demo 27 Agustus: Polisi amankan sejumlah orang yang diduga bakal buat kerusuhan
RUU Perampasan Aset ditarget ketok 15 Desember 2026, DPR buka ruang masukan publik
Sepakati RUU Perampasan Aset selesai pada 15 Desember 2026, Dasco CS siap mundur apabila melewati tenggat waktu