Baca Juga: Saatnya kita yang bergerak, bantu mitra jurnalis Promedia korban gempa NTT
Nasabah dibuntuti setelah tarik uang
Target komplotan tersebut merupakan nasabah yang baru saja menarik uang dalam jumlah besar dari teller bank.
Saat korban melakukan transaksi, anggota komplotan lainnya disebut berpura-pura melakukan transaksi dengan nominal kecil.
Cara tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri calon korban sebelum kemudian diteruskan kepada eksekutor.
Setelah korban meninggalkan bank dan menuju kendaraannya, pelaku mengikuti hingga menemukan kesempatan untuk melakukan pencurian.
“Eksekusi dilakukan saat kendaraan ditinggal pemiliknya dan pelaku menggunakan cincin bermata tajam atau mencongkel pintu mobil menggunakan kunci T, dan tersangka kedua akan bersiap sebagai pengemudi untuk melarikan diri,” jelas Lanang.
Dengan modus tersebut, pelaku dapat mengambil uang yang ditinggalkan korban di dalam kendaraan ketika pemiliknya sedang tidak berada di mobil.
Jejak aksi terendus hingga Malaysia
Pengembangan kasus kemudian menemukan dugaan aksi pencurian di sejumlah wilayah lain. Polisi mencatat lokasi kejadian di antaranya Jember, Pasuruan, Situbondo dan Bukittinggi.
Tidak hanya di Indonesia, jaringan tersebut juga diduga menjalankan aksinya di Malaysia.
Baca Juga: Viral aksi para siswa SD di NTT sambut kepala dinas dari seberang sungai: Ayo maju, jangan ragu!
Polisi menyebut dugaan kejadian di Malaysia antara lain berlangsung di sekitar Johor Bahru pada 20 Oktober 2025.
Sementara di Sarawak, dugaan aksi terjadi di empat kota, yakni Bintulu, Sarikei, Sibu dan Kuching dalam rentang 6 hingga 26 Juni 2026.