Namun, di balik momen tersebut terlihat kondisi jalur perairan yang harus dilalui. Arus sungai di lokasi tampak deras, sementara jalur tersebut disebut menjadi akses harian para siswa menuju sekolah.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar dikabarkan mundur dari jabatan Menteri Agama, siap maju jadi ketua umum PBNU
"Jalur perairan ini merupakan satu-satunya akses harian yang harus diterjang para murid untuk berangkat maupun pulang sekolah," sambung keterangan dalam unggahan tersebut.
Nyanyikan yel-yel ayo maju, jangan ragu
Ketika rombongan pejabat daerah hendak melintasi sungai, para siswa SDN Oelbaf menyanyikan yel-yel penuh semangat.
"Ayo maju-maju, jangan ragu-ragu," begitu lantunan yel-yel yang dinyanyikan para siswa SDN Oelbaf di Kecamatan Mutis, TTU.
Yel-yel tersebut terdengar ketika rombongan pejabat berada di jalur sungai dengan arus yang deras. Para siswa tetap menyambut kedatangan rombongan dari seberang sungai.
Baca Juga: Pabrik tahu di Blok Sukaasih Subang terbakar, api berasal dari dapur penggodokan kedelai
Momen tersebut kemudian menjadi perhatian karena memperlihatkan keceriaan para siswa di tengah kondisi akses yang harus mereka lalui setiap hari.
Sungai tersebut bukan hanya menjadi bagian dari perjalanan rombongan pejabat yang datang ke wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan, jalur perairan itu juga menjadi akses harian yang digunakan para siswa untuk berangkat dan pulang sekolah.
Potret akses pendidikan di pelosok NTT
Momen sambutan para siswa akhirnya tidak hanya menjadi perhatian karena yel-yel yang mereka nyanyikan.
Baca Juga: Fakta di balik video viral pejabat BNPB wawancara dari kafe terkait gempa NTT
Kondisi sungai yang harus dilalui juga memperlihatkan tantangan akses pendidikan di wilayah pelosok NTT.