Barang dan dokumen ikut terbakar
Salman menyebut terdapat sembilan kamar penghuni di lantai atas. Namun, saat kebakaran terjadi, hanya empat penghuni yang berada di lokasi karena sebagian penghuni lainnya sedang pulang kampung.
Baca Juga: Penyidikan cukup bukti, polisi tetapkan 2 tersangka kasus pengeroyokan siswa SMA di Bener Meriah
Dalam kondisi panik, Salman mengaku tidak sempat mengamankan barang-barang berharga maupun dokumen penting miliknya.
Ia hanya berhasil membawa tas dan laptop ketika menyelamatkan diri dari kobaran api. Sejumlah pakaian dan dokumen, termasuk ijazah, ikut terbakar dalam insiden tersebut.
“Tas, paling bawa laptop. (Pakaian) tidak ada cuma ini doang. Ijazah terbakar,” terang Salman.
“Paling ini baju donasi dari tetangga warga sini,” imbuhnya.
Satu penghuni kos meninggal dunia
Dari empat penghuni yang berada di lokasi ketika kebakaran terjadi, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Salman menyebut korban tersebut merupakan rekannya sesama penghuni kos.
Menurut informasi yang diterimanya, korban berusia sekitar 25 tahun.
“Tadi kalau saya tanya, korban umurnya kisaran 25 tahun,” ungkap Salman.
Kebakaran tersebut tidak hanya merenggut nyawa penghuni kos. Tiga korban lainnya merupakan satu keluarga pemilik bangunan kos, yakni pasangan suami-istri bersama anaknya.
Pemilik kos dikenal ramah