Baca Juga: Penuh perjuangan, viral momen guru SD terpencil di Sulteng bagikan momen persiapan pawai 17-an
Atik juga menjelaskan bahwa permukaan berwarna hijau yang terlihat dalam video bukanlah lantai lapangan permanen.
Permukaan tersebut merupakan karpet khusus yang dipasang selama pertandingan berlangsung.
"Karpetnya memang berwarna hijau sehingga kalau dilihat dari video seolah-olah seperti lapangan tetap, padahal setelah kegiatan selesai langsung kami bongkar dan gulung kembali," jelasnya.
Mengapa gedung Kopdes digunakan?
Menurut Pemdes Sikanco, gedung Kopdes dipilih sebagai lokasi pertandingan karena koperasi tersebut belum menjalankan kegiatan operasional.
"Selama Kopdes belum beroperasi, gedung untuk sementara kami manfaatkan untuk kegiatan desa yang positif dan tidak mengganggu fungsi bangunan," ungkap Atik.
Pihak desa juga menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Babinsa setempat sebelum gedung digunakan untuk kegiatan tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa, dan selama kegiatannya positif tentu bisa dimanfaatkan, tetapi untuk kegiatan yang tidak baik tentu tidak akan kami izinkan," beber Atik.
Setelah pertandingan selesai, perlengkapan badminton beserta karpet yang digunakan kemudian dibongkar dan digulung kembali.
Baca Juga: BEM UI dan 25 aliansi demo di Bundaran HI, tuntut keadilan ekonomi dan status bencana nasional
Dengan demikian, Pemdes Sikanco menegaskan penggunaan gedung tersebut hanya berlangsung sementara dan tidak mengubah fungsi utama bangunan sebagai fasilitas Kopdes Merah Putih.
Menkop sebut tidak masalah
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan tanggapan mengenai pemanfaatan gedung Kopdes yang belum beroperasi tersebut.