BGN langsung suspen dapur MBG
Kasus dugaan keracunan tersebut mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi terhadap dapur yang menyiapkan makanan MBG.
BGN juga menyatakan langkah penghentian sementara operasional dapur atau suspensi akan dilakukan ketika ditemukan kasus keracunan yang berkaitan dengan program tersebut.
“Pokoknya kita cek, dapur kita suspen, kemudian Kepala SPPG-nya kita copot,” ujar Sudaryono kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Sudaryono, pemeriksaan juga akan mencakup ketentuan mengenai label pada ompreng atau wadah makanan, termasuk waktu makanan tersebut harus dikonsumsi.
“Nanti aku cek, apakah dia sudah ada labelnya atau belum, apa segala macam akan kita cek, kita investigasi. Tapi yang jelas semua keracunan itu kita langsung suspensi dapurnya, kita copot kepala SPPG-nya, kita investigasi,” katanya.
Kepala SPPG terancam dicopot hingga dapur ditutup
BGN menegaskan investigasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap pengelola dapur MBG.
Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya unsur kesengajaan atau pelanggaran serius, sanksi yang diberikan dapat lebih berat.
“Kemudian kalau perlu, kalau dia memang secara ada kesengajaan unsur ini unsur itu ya kepala SPPG-nya pun bisa kita pecat, dapurnya kita tutup permanen,” tegas Sudaryono.
Baca Juga: Momen wisatawan saling berpegangan di Pulau Padar saat terjadi gempa bumi: Jangan panik guys!
Meski demikian, penyebab pasti gejala yang dialami ratusan siswa tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut. Data korban juga masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan medis.
Kasus di Berastagi ini kembali menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam memastikan makanan yang dibagikan kepada siswa memenuhi standar keamanan, kualitas, serta ketentuan distribusi yang telah ditetapkan.***