GENMILENIAL.ID – Pengakuan mengejutkan disampaikan dua pelaku begal di Subang di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Aksi kriminal yang menewaskan korban ternyata dipicu kecanduan obat keras jenis tramadol dan hexymer.
Pengakuan itu disampaikan pelaku berinisial FS (23 tahun) usai konferensi pers di Mapolres Subang pada Senin 10 Agustus 2026.
Bersama rekannya LHZ (23 tahun), FS mengaku nekat membegal demi mendapatkan uang untuk membeli obat terlarang.
Baca Juga: KDM gaspol tes urine pelajar se-Jabar usai kasus begal maut Subang
“Saya membegal karena butuh uang untuk beli obat. Sudah kecanduan,” ujar FS.
Pengakuan ini memperlihatkan bahwa kasus begal di Subang tidak hanya dipicu faktor ekonomi, tetapi juga penyalahgunaan obat keras yang kian mengkhawatirkan.
Berawal dari kecanduan tramadol
FS mengaku telah kecanduan tramadol sejak duduk di bangku kelas XI SMK di wilayah Patokbeusi.
Ketergantungan tersebut terus berlanjut hingga akhirnya mendorongnya melakukan aksi kriminal.
Bahkan sebelum beraksi, FS dan LHZ mengonsumsi tramadol dan minuman tertentu agar lebih berani.
“Saya membegal terinspirasi isu begal yang marak. Saya juga pengangguran dan sudah kecanduan obat,” katanya.
Kronologi begal di kebun tebu Purwadadi