Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Megantara, menjelaskan bahwa dalam operasi tersebut, Andriyono tergabung dalam tim pencari sumber air.
Baca Juga: Kronologi penumpang diturunkan dari Transjakarta, pihak operator ungkap ada keluhan bau menyengat
Perannya bukan berada langsung di titik api, melainkan sebagai bagian dari tim pendukung operasi pemadaman.
Namun, saat menjalankan tugasnya menyambungkan selang air, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada.
“Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada,” ujar Bayu dalam keterangannya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Rekan-rekan di lokasi segera memberikan pertolongan dan memanggil bantuan medis untuk menangani kondisi tersebut.
Proses pemadaman berlangsung lama
Bayu juga mengungkapkan bahwa proses pemadaman kebakaran di TPS liar tersebut berlangsung cukup lama.
Operasi dimulai sejak pukul 07.11 WIB dan baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.35 WIB, atau lebih dari empat jam kemudian.
Selama proses tersebut, Andriyono sempat mendapatkan penanganan medis awal di lokasi kejadian yang berada di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati.
Setelah itu, ia segera dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun sayang, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga: Diduga perkara utang lemari plastik Rp150 ribu, pria di Bandung disabet preman pakai samurai
“Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke rumah sakit dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB,” jelas Bayu.
Kepergian Andriyono menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan.