Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian menyerang korban menggunakan pedang samurai. Aksi brutal tersebut juga mengenai warga lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang menyaksikan kejadian itu sempat merekam momen penyerangan, yang kemudian viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Motif utang lemari plastik
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa motif penyerangan berkaitan dengan utang hasil penjualan lemari plastik senilai Rp150 ribu.
Namun, saat pelaku menagih, korban membantah adanya utang tersebut sehingga memicu konflik.
“Awalnya para pelaku ini akan menagih hutang atau menagih uang hasil penjualan lemari plastik. Namun hal itu dibantah dan terjadilah perkelahian,” jelas Sumartono.
Baca Juga: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 telan 4 korban jiwa: Penumpang lompat ke laut saat api membesar
Polisi juga mengungkap bahwa pelaku merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai preman di wilayah tersebut dan telah beberapa kali mendapatkan pembinaan dari aparat setempat.
Pelaku terpengaruh miras, dua orang masih diburu
Selain itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan aksinya.
Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah tindakan kekerasan tersebut.
“Sebenarnya kami sudah melakukan pembinaan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar wilayah tetap kondusif. Namun kalau sudah akhir pekan mereka suka berkeliaran,” ungkap Sumartono.
Baca Juga: Buntut dugaan penebangan pohon di Bandung, Dedi Mulyadi minta lurah hingga kadis LH diberi sanksi
Saat ini, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang diduga turut terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.