“Ia masih berstatus sebagai saksi dalam pemeriksaan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan penelusuran, Tan Kian bahkan pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana PT Asabri pada 2008 silam, bersama sejumlah nama lain.
Meski demikian, dalam perkara yang tengah berjalan saat ini, statusnya masih sebagai saksi.
Ferry Boboho dan benang merah Densus 88
Sementara itu, Ferry Hongkiriwang alias Ferry Boboho juga memiliki rekam jejak yang tak lepas dari sorotan.
Baca Juga: 6 Tahun anak jadi korban kekerasan seksual ayah di Samarinda, terungkap sejak usia 8 tahun
Pengusaha yang dikenal sebagai pemilik Cafe de’Clan Signature itu sebelumnya sempat terseret kasus penganiayaan terhadap anggota Densus 88 pada Juli 2025.
Kasus tersebut terjadi saat ia tengah berada di sebuah restoran di Jakarta Pusat bersama rekan bisnisnya. Keduanya sempat diperiksa dan ditahan sebelum akhirnya dilepaskan dengan status wajib lapor.
Menariknya, anggota Densus 88 yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui memiliki kaitan dengan peristiwa penguntitan terhadap Febrie Adriansyah pada 2024 lalu.
Keterkaitan inilah yang kemudian menjadi perhatian publik, seiring dengan diperiksanya Ferry dalam kasus dugaan TPPU yang kini tengah diusut Kejagung.
Sorotan publik makin menguat
Diperiksanya dua konglomerat ini semakin memperkuat sorotan terhadap kasus TPPU Febrie Adriansyah.
Publik menilai perkara ini tidak hanya menyangkut dugaan aliran dana, tetapi juga jejaring relasi yang lebih luas.