GENMILENIAL.ID – Kasus pencabulan anak di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, menjadi sorotan nasional setelah terungkap bahwa pelaku melibatkan oknum guru Aparatur Sipil Negara (ASN).
Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat dan berbagai pihak.
Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu berinisial AIK diduga menyerahkan korban berinisial ARM (12 tahun) kepada suaminya, D.
Baca Juga: Pengangguran tinggi, sekolah vokasi jadi kunci: Kolaborasi kampus–industri diperkuat di Unpad
Aksi pencabulan kemudian dilakukan oleh D yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Kasus ini memicu kemarahan publik setelah video warga menggeruduk rumah AIK dan D viral di media sosial.
Situasi tersebut memperlihatkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap kasus yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.
Pengakuan korban yang tetap ingin bersekolah
Di tengah trauma yang dialami, korban ARM mengungkapkan keinginannya untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Baca Juga: Tribun VIP Drift Speed Fest Purwokerto ambruk, polisi langsung investigasi penyebabnya
Hal itu terungkap saat Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, mengunjungi korban di kediamannya.
Saat ditanya mengenai keinginannya kembali ke sekolah, ARM dengan polos menyatakan masih ingin belajar dan bertemu teman-temannya.
Ia mengaku rindu suasana sekolah meski masih diliputi rasa takut akibat kejadian yang dialaminya.
Keinginan tersebut menjadi harapan besar bagi proses pemulihan korban, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar agar korban dapat kembali menjalani kehidupan normal.