SPPG curhat distribusi ke ibu hamil
Dalam sidak tersebut, Sudaryono juga mendengar langsung keluhan dari Kepala SPPG Pasir Kuda terkait proses distribusi makanan.
Baca Juga: Beredar video dugaan satpam di Bundaran HI dipaksa sujud usai tegur sopir Alphard yang ngaku aparat
Pengelola dapur mengaku kewalahan karena harus mengirim ribuan porsi ke berbagai titik.
"Tadi yang dapur pertama, dia mengirimkan porsinya 2.800-an porsi," kata Sudaryono.
"2.000 di antaranya itu 3B, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, yang didrop di posyandu-posyandu, dan sisanya ke sekolah," sambungnya.
Ia menjelaskan, distribusi ke posyandu memiliki tantangan berbeda dibandingkan ke sekolah karena lokasi penerima manfaat lebih tersebar.
Baca Juga: Audit BPKP disorot, evaluasi penghitungan kerugian negara dinilai mendesak
"Kalau sekolah kan sekali drop banyak, tapi kalau posyandu ini, ya kan ibu hamil, nggak terkonsentrasi dalam satu tempat," jelasnya.
"Jadi dia ada kerepotan karena ngantar ke banyak posyandu tadi," imbuh Sudaryono.
Ancam tutup SPPG tak penuhi standar
Sudaryono menegaskan, sidak yang dilakukan bukan hanya untuk pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada SPPG yang telah bekerja sesuai standar.
"Sidak ini untuk menyemangati SPPG yang sudah bekerja dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Perpres ojol segera terbit, Dasco pimpin rakor lintas Kementerian bahas perlindungan pengemudi
Namun demikian, ia memastikan tidak akan memberikan toleransi terhadap SPPG yang mengabaikan standar kebersihan dan kualitas makanan.