“Pemerintah daerah tetap berupaya menjadi penyambung dan sudah bersurat. Tapi kita tetap punya batasan,” katanya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi distribusi yang belum merata di sejumlah wilayah Subang.
Baca Juga: Perpres ojol segera terbit, Dasco pimpin rakor lintas Kementerian bahas perlindungan pengemudi
Kelangkaan elpiji sendiri berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama pelaku UMKM seperti pedagang makanan yang mengandalkan gas untuk operasional harian.
Bupati enggan beri janji
Di tengah kondisi tersebut, Reynaldy menegaskan dirinya tidak ingin memberikan janji yang belum pasti kepada masyarakat.
Ia menyebut penyelesaian persoalan ini sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
“Saya tidak mau asal jawab bisa, padahal urusan kelangkaan elpiji bergantung kementerian terkait. Namun kita sudah berupaya, sudah bersurat memohon untuk penambahan kuota dan penebalan stok elpiji di daerah yang memang terjadi kelangkaan,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendorong adanya penyesuaian kuota agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Subang pun berharap permohonan tersebut segera direspons sehingga pasokan elpiji kembali stabil.***