news

Skandal dugaan pembakaran santri di Lombok kian disorot, usai dibongkar Denny Sumargo kini Hotman Paris ikut bersuara

Senin, 13 Juli 2026 | 14:02 WIB
Menyoroti kasus dugaan pembakaran Santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini menuai sorotan pengacara, Hotman Paris (Instagram.com/@hotmanparisofficial)

Baca Juga: Impack Pratama Group perkenalkan ACP SEVEN jadi inovasi panel aluminium premium di IndoBuildTech Expo 2026

Denny bahkan sempat berencana menghadirkan korban bersama keluarganya ke dalam podcast miliknya untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.

Namun, rencana tersebut batal terlaksana karena korban tidak jadi berangkat ke Jakarta.

Denny menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari pengacara korban, kondisi korban masih dalam tahap pemulihan.

“Menurut keterangan yang terdapat dari pengacara korban, karena korban sedang dalam penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat,” ujarnya melalui akun TikTok @dennysumargoreal, Jumat 10 Juli 2026. 

Baca Juga: Dari keluarga kuat, Indonesia hebat: PKK Subang tegaskan peran strategis ketahanan keluarga

Kilas kronologi kejadian

Peristiwa ini diduga terjadi pada akhir 2025 di Pesantren Rosyidatussaulatiyayah Al Ibrahimy, Desa Aik Dareq, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Insiden bermula saat beberapa santri berkumpul di sebuah ruangan pada waktu istirahat.

Salah satu santri berinisial MR disebut meminta temannya membeli bensin yang rencananya digunakan untuk meluruskan kayu sebagai bahan pembuatan ketapel.

Sebagian bensin kemudian dituangkan ke dalam wadah dan dibakar. Namun, botol bensin yang belum tertutup diduga tersenggol hingga api menyambar benda di sekitar dan dengan cepat membesar.

Baca Juga: Unjuk gigi di Makassar, Dekranasda Subang kenalkan UMKM kriya ke panggung nasional

Dalam situasi tersebut, dua santri berhasil menyelamatkan diri dengan keluar ruangan.

Sementara tiga santri lainnya tidak sempat menyelamatkan diri karena terhalang kobaran api yang semakin membesar.

Hingga kini, kasus dugaan pembakaran tersebut masih terus menjadi perhatian publik, sembari menunggu hasil penelusuran lebih lanjut dari aparat penegak hukum serta pihak-pihak terkait.***

Halaman:

Tags

Terkini