news

Jaga Tunas Indonesia lahir di Garut, anak muda disiapkan jadi agen harmoni bangsa

Jumat, 10 Juli 2026 | 23:15 WIB
Suasana kelas belajar Kemah Bela Negara 2026 di Garut, ratusan peserta tampak aktif berdiskusi dalam kelompok untuk memperkuat pemahaman kebangsaan dan nilai harmoni

GENMILENIAL.ID – Gerakan anak muda bernama Jaga Tunas Indonesia resmi dimulai dari Kabupaten Garut.

Lewat Kemah Bela Negara bertema 'Kader Muda Harmoni', Forum BUMDes Jawa Barat bersama BNPT dan Pemkab Garut menyiapkan fondasi kaderisasi generasi muda yang tak hanya sadar kebangsaan, tapi juga siap menghadapi tantangan zaman.

Selama tiga hari, 8–10 Juli 2026, sebanyak 100 pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa jadi angkatan pertama.

Mereka bukan sekadar peserta, tapi disiapkan sebagai 'tunas' yang akan tumbuh dan menyebarkan nilai harmoni di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Kasus pembakaran santri di Lombok Tengah, Hotman Paris geram timnya dilarang bertemu korban

Dari Garut, lahir gerakan anak muda

Ketua Pelaksana Kemah Bela Negara, Ki Maher, menyebut Jaga Tunas Indonesia sebagai langkah awal membangun gerakan yang lebih luas.

Menurutnya, ancaman radikalisme hari ini tidak bisa dilawan hanya dengan pendekatan keras. Justru, yang dibutuhkan adalah pendekatan yang menyentuh cara berpikir generasi muda.

“Anak muda kalau dikasih landasan, mereka bisa berpikir sendiri, bisa menyaring informasi, dan tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.

Karena itu, konsep harmoni jadi kunci, baik harmoni dengan lingkungan, sosial, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: SMSI resmi bentuk kepengurusan di Subang, siap dorong industri media siber

Bukan cuma ideologi, tapi juga ekonomi

Menariknya, gerakan ini tidak berhenti di penguatan wawasan kebangsaan. Ada rencana konkret untuk menghubungkan para kader dengan pemberdayaan ekonomi desa lewat BUMDes.

Pembina DPW Forum BUMDes Jawa Barat, Mustofa, mengatakan para peserta nantinya bisa jadi motor penggerak ekonomi di desa.

Halaman:

Tags

Terkini