Dalam proses pembukaan, Roy mengaku menggunakan alat gerinda dan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk membuka pintu baja tersebut.
“Langsung digerinda saja, sekitar 15 menit,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sistem keamanan brankas tergolong canggih karena menggunakan dua jenis kunci, yakni kombinasi putar dan kunci manual.
“Sistem keamanannya bagus. Pakai kombinasi putar dan kunci manual, jadi dua kunci. Bajanya juga dua lapis,” ujarnya.
Menurut Roy, material baja berlapis membuat brankas tersebut sangat kuat dan tidak mudah dibuka tanpa alat khusus.
Bagian dari kasus korupsi besar
Penemuan emas ini merupakan bagian dari penggeledahan yang dilakukan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Dalam operasi tersebut, polisi juga menyita uang tunai dalam berbagai mata uang, yakni 4,7 juta dolar Amerika Serikat, 14 juta dolar Singapura, serta Rp100 juta.
Total nilai keseluruhan barang bukti diperkirakan mencapai Rp476 miliar.
Penggeledahan ini berkaitan dengan penanganan sejumlah kasus besar, seperti dugaan korupsi pengadaan batu bara yang berdampak pada pemadaman listrik, perkara PT Asabri, hingga penyelesaian utang PT CBS kepada anak usaha Krakatau Steel.
Selain korupsi, penyidikan juga mencakup dugaan suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Sorotan publik terhadap temuan fantastis